3 Pesan Ketua MWC NU untuk Anggota IPNU-IPPNU Bungursari

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Bungursari menggelar Masa Kesetian Anggota (MAKESTA) dan Konferensi Anak Cabang (KONFERANCAB) ke-5, Sabtu (19/09/2020).

Acara itu dilaksanakan selama 2 hari bertempat di Komplek Pondok Pesantren Al-Khoeriyah Bantar, Kelurahan Bantarsari, Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya.

Dengan mengusung tema Regenerasi Organisasi sebagai upaya meneguhkan komitmen ASWAJA An-Nahdliyyah.

Para pelajar di lingkungan Nahdlatul Ulama diharapkan bisa langsung mempraktikkan cara berdemokrasi lewat konferensi yang diselenggarakan oleh PAC IPNU-IPPNU Bungursari. Baik itu di tingkatan badan otonom maupun di NU sendiri kedepan.

Pimpinan Ponpes Al-Khoeriyah, H. Cecep Nurholis, M.Pd.I menyambut baik digelarnya MAKESTA dan KONFERANCAB V itu.

Pasalnya banyak santri di Pesantrennya yang antusias dengan kegiatan kegiatan NU.

“Lima tahun terakhir ini banyak sekali kegiatan NU, Banom dan Lembaga yang kami fokuskan di Pesantren. Silahkan gunakan fasilitas yang ada dengan sebaik baiknya demi meneruskan amanat para ulama terdahulu”, katanya kepada NU Tasik Online.

Pada kesempatan itu, H. Cecep yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Kec. Bungursari itu memberikan 3 pesan kepada para santri yang hendak aktif di organisasi IPNU maupun IPPNU.

“Pertama kami meminta seluruh santri untuk Istiqomah menjadi benteng moralitas bangsa”, ungkapnya.

Hari ini pelajar dan Santri NU harus berkontribusi positif dalam menangkal kenakalan remaja dan menjadi pelopor anak bangsa yang mencerminkan ahlak mulia.

Kedua lanjut H Cecep, santri dan pelajar NU harus istiqomah menjaga tradisi islam ahlu sunnah waljamaah an-nahdliyyah.

Banyak pelajar yang terjerumus dalam faham anti NKRI, bahkan tak sedikit yang membid’ahkan tradisi dan ajaran Islam saat ini dengan dalih memurnikan ajaran islam.

“Ini sangat berbahaya jika dibiarkan, santri yang tergabung di IPNU IPPNU harus banyak belajar bagaimana ASWAJA diterpakan dalam kehidupan sehari hari, apasaja tantangan dalam dinamika ideologi islam saat ini”, lanjutnya.

Terakhir H. Cecep meminta agar santri dan pelajar NU Istiqomah berkarya untuk kemaslahatan umat.

“Konsep atau pendekatan dakwah ASWAJA An-Nahdliyah dengan cara cara yang kreatif sehingga mudah di fahami oleh pelajar lainnya”, pungkasnya. (Wandi/Red)

One Ping

  1. Pingback: MWC NU Bungursari Gelar Pengajian Bulanan Sekaligus Konsolidasi Organisasi | | PC NU Kota Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *