Apa Itu Mosi Tidak Percaya?

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Hashtag mosi tidak percaya belakangan ini muncul di media sosial usai disetujuinya RUU Omnibus Law Cipta Kerja dalam rapat paripurna DPR RI, Selasa malam (06/10/2020).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata Mosi diartikan sebagai keputusan rapat, misalnya parlemen yang menyatakan pendapat atau keinginan para anggota rapat.

Sementara istilah Mosi Tidak Percaya merupakan pernyataan tidak percaya dari Dewan Perwakilan Rakyat terhadap kebijakan Pemerintah.

Dalam perjalanannya, mosi tidak percaya digunakan oleh parlemen untuk menyatakan tidak percaya terhadap pemerintah karena dinilai tidak lagi mampu menjalankan tugasnya.

Di Negara Jerman misalnya, kanselirnya bisa diberhentikan melalui suara mayoritas parlemen melalui mosi tidak percaya.

Di Indonesia, mosi tidak percaya beberapa kali digunakan, misalnya pada masa demokrasi liberal Indonesia yang kala itu parlemen menyuarakan mosi tidak percaya pada tanggal 22 Januari 1951 untuk menjatuhkan Perdana Menteri Natsir.

Namun lucunya di Indonesia masyarakat menggunakan mosi tidak percaya kepada DPR dan pemerintah untuk menyatakan ketidakpercayaannya atas kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, salah satunya UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Diberitakan sebelumnya, berbagai elemen di Tasikmalaya turun ke jalan untuk menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja karena dinilai tidak berpihak terhadap buruh dan rakyat kecil. Aksi dilakukan di depan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya dan mendapat dukungan dari Ketua DPRD. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *