Hadiri Reuni dan Milad Pesantren Bantar Gedang, Ketua LDNU Kota Tasikmalaya : Alumni Pesantren Harus Ikut Membangun Tasikmalaya

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Ratusan alumni Pondok Pesantren Bantar Gedang  Cibeureum Tasikmalaya tumplek menghadiri  acara Reuni 33 dan milad ke 77 tahun, Senin malam, (07 /09/2020).

Pondok Pesantren Bantargedang merupakan Pesantren Besar yang berdiri sudah hampir Se-abad sehingga sudah melahirkan alumni-alumni sukses ratusan  ribu banyaknya.  Maka tak heran alumni Pondok Pesantren Bantargedang tersebar di seluruh pelosok negeri ini.

Santri yang menuntut ilmu datang dari berbagai penjuru daerah bahkan banyak yang dari luar Provinsi Jawa Barat sehingga Pondok Pesantren Bantargedang sudah terkenal juga dari Sabang sampai Merauke. dengan harapan, apa yang mereka dapat dari Pondok Pesantren Bantargedang dapat bermanfa’at dengan mengamalkan ilmunya bagi masyarakat terutama dalam memperkuat aqidah, memperbaiki akhlak dan moral yang sesuai dengan ajaran Agama Islam.

Dibalik kebesarannya Pondok Pesantren Bantar Gedang ini tidak lain salah satunya yang paling besar dari usaha Pendirinya yaitu KH. Muhammad Ruhiat (Alm). Almarhum lahir pada tahun 1923 – wafat  tahun 1992 di Tanah Suci Mekkah saat beribadah Haji. Almarhum dimaqamkan di Mekkah. Dalam Fii Sabiilillahnya mengelola Pesantren Bantargedang almarhum ditemani seorang istri yaitu HJ. Amas Maesyaroh (Alm) wafat pada tahun 2014.

Ketua LDNU Kota Tasikmalaya yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD, H. Aslim SH turut hadir dalam kesempatan tersebut. Aslim mengatakan ia merasa bangga bisa turut hadir pada acara reuni dan milad tersebut. Reuni merupakan momentum penting untuk merajut tali silaturahmi dengan para alumni yang telah berkiprah ditempatnya masing-masing.

“Untuk itu kami berharap Alumni Pondok Pesantren terus meningkatkan peran sertanya dalam pembangunan serta mengamalkan dan menyebarkan ilmu yang diperoleh dari Kiai selama berada di pondok pesantren”. Ujarnya.

Dia menjelaskan, Pondok Pesantren Bantar Gedang merupakan lembaga pendidikan yang banyak melahirkan alumni berkualitas di negeri ini.

“Maka sudah pasti akan menjadi benteng bagi keselamatan umat hari ini dan masa yang akan datang,” lanjutnya.

Oleh karenanya, ia mengajak alumni untuk terus meningkatkan perannya dalam membangun bangsa dan khususnya Tasikmalaya.

“Bagaimanapun arah dan masa depan Tasikmalaya sebagai kota santri adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Cas/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *