Jalan Dipakai Untuk Berjualan, Bolehkah?

Para ahli fiqh berpendapat bahwasanya BOLEH bagi siapapun ( termasuk non muslim yg bermasyarakat dengan muslim ) berdiri di jalan walaupun di tengahnya, duduk istirahat atau melakukan transaksi ( SEPERTI BERJUALAN ) , selama kondisi jalan tersebut luas dan tidak menyempitkan / tidak mengganggu ( tidak membuat macet ) terhadap orang yang lewat ( baik dengan cara berjalan kaki atau memakai kendaraan ). Berarti jika menimbulkan kemacetan bisa lahir hukum TIDAK BOLEH. واللّه أعلم بالصواب

[ إسعاد الرفيق للشيخ محمد بن سالم ج ٢ ص ١٤٠ ]
Lalu bagaimana bila bgmn hukumnya nyimpan mobil di jalanan sepanjang hari krn tdk punya garasi. Hal itu membuat tetangga depannya kehilangan hak apabila ada tamu bawa mobil susah utk parkir. Yg dpn rmh juga mobilnya jd susah ke luar dr garasinya krn di dpn mobil standby terus, Prinsipnya dalam Islam itu

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

” tidak boleh melakukan sesuatu yg merugikan diri pribadi dan merugikan orang lain “.

Segala sesuatu yg merugikan termasuk orng lain maka tidak boleh, kecuali ada alasan tertentu yg sifatnya ” dharurat “. Wallohu a’lam

(Ismail Shaleh)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *