Kasus Penghina NU di Kota Tasikmalaya Memasuki Tahap Persidangan

Tasikmalaya, NUTasik Online – Sidang lanjutan kasus penghinaan NU dan ujaran kebencian di media sosial digelar kembali di Pengadilan Negeri Klas 1B Tasikmalaya, Selasa, (07/01/2020). Sidang itu menghadirkan beberapa saksi, yaitu Hafidulloh S.H, Asep Abdul Rafiq S.H dan Husna Mustofa M.Pd.

Dalam persidangan itu, terdakwa menyangkal dan tidak merasa memposting status yang mencemarkan Nahdlatul Ulama (NU) dan ujaran kebencian terhadap Ketua Umum PBNU K.H Said Aqil Siradj.

“Saya tidak merasa memposting tulisan tersebut dan saya juga melihat postingan kembali di Facebook saya tidak ada” Ujar Terdakwa DG.

Namun pada akhirnya terdakwa mengaku dan merasa menyesal atas perbuatannya.

“Jujur saja saya tidak suka dengan Ketua Umum PBNU K.H Aqil Siradj” katanya.

Saksipun menerangkan dalam persidangan bahwa saat kejadian tersebut saksi saling koordinasi antara kota dan kabupaten untuk menyikapi postingan yang menghina NU.

Sebelumnya, DG dilaporkan oleh  Aliansi Nahdliyyin Tasikmalaya Raya pada tanggal (22/09/2019). Ia dilaporkan atas postingan statusnya di media sosial yang menghina warga Nahdlatul Ulama, DGmenyebut bahwa NU adalah koruptor. Selang beberapa jam setelah pelaporan, ia diamankan pihak kepolisian dan kasusnya berlanjut ke meja hijau. Wakil Sekretaris GP Ansor Kota Tasikmalaya Eki Sirojul Baihaqi mengatakan, postingan Deden Gunawan itu sudah sangat keterlaluan dan mencederai warga nahdliyin, karena dia menyamaratakan warga NU padahal yang berbuat adalah oknum.

“Kami warga Nahdlatul Ulama struktur dan kultur jelas sangat tersinggung dengan postingan tersebut apalagi dengan kata-kata yang sangat kasar dan tidak beretika sama
sekali,” ujarnya.

Pihaknya meminta Polres Tasikmalaya Kota untuk menindak pelaku ujaran kebencian dan fitnah terhadap NU tersebut karena menurutnya kasus tersebut telah menjadi preseden buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, Ketua LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Abdul Rofik, SH berkomitmen untuk mengawal kasus ujaran kebencian terhadap NU tersebut hingga tuntas.

“Kita dari LBH Ansor Kabupaten Tasikmalaya akan terus mengawal dan mendampingi kasus tersebut hingga tuntas dan kami berharap masyarakat wabil khusus NU serta Nahdiyin agar tetap tenang dan menahan diri serta menyerahkan sepenuhnya ke Penegak Hukum dalam hal ini Polres Kota
Tasikmalaya.” katanya.

Kasus ini sudah di proses, dan memasuki sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa dan keterangan saksi. Setalah ini, sidang akan dilanjutkan kembali 2 minggu kemudian. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *