Kekerasan Terhadap Anak Ditengah Pandemi Covid-19 Meningkat, Komitmen Perlindungan Anak Pemkot Tasik Dipertanyakan

Tasikmalaya, Nu Tasik Online – Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap isu Perlindungan Anak dipertanyakan. Protes itu diungkapkan oleh Koordinator Relawan Perlindungan Anak Se-Kota Tasikmalaya, Dimas Treshna Aditya, S.H.

Pihaknya mengungkapkan di tengah pandemi Covid-19, selama ini dilapangan berjibaku menangani kasus demi kasus. Mulai dari kekerasan dan pelecehan seksual, anak jalanan, anak putus sekolah, eksploitasi.

“Terlebih dalam situasi pandemi saat ini hak kesehatan dan pendidikan anak dipertaruhkan semakin menghawatirkan dan nyatanya banyak anak yang menjadi korban terpapar Covid-19. Apa langkah strategis Pemerintah Kota Tasikmalaya selama ini, nyatanya tidak jelas”, tegasnya.

Selama ini lanjut Dimas, pihaknya terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat, namun waktu demi waktu kami amati keberpihakan Pemerintah Kota Tasikmalaya terhadap isu perlindungan anak semakin tidak terlihat.

“Mulai dari dukungan anggaran utk kelembagaan perlindungan anak tahun demi tahun semakin kecil sedangkan persoalan semakin banyak. Bahkan hanya sekedar untuk meminta sekretariat atau kantor pun susahnya setengah mati”, ungkapnya.

Dimas yang juga menjabat Sekretaris Pencak Silat NU Kota Tasikmalaya itu melayangkan protes keras kepada Pemkota Tasikmalaya atas kondisi itu.

“Sungguh miris bila saat ini KPAD, P2TP2A, PUSPAGA dan lembaga perlindungan anak lainnya yang menjadi garda terdepan perlindungan anak bahkan tidak memiliki kantor yang representatif”, katanya.

“Kebutuhan mendasar seperti ini pun luput dari perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya, padahal lembaga-lembaga itu bekerja untuk menjaga citra Pemerintah. Tapi anehnya nampak tidak serius”, lanjut Dimas.

Sungguh ironi sebagai Kota yang telah mendapat predikat Kota Layak Anak tidak memilik rumah aman sama sekali serta banyak lagi yang lain baik infra maupun supra struktur lainnya, jauh panggang dari pada api.

“Padahal banyak aset yang tidak terpakai yang masih layak utk difungsikan. Namun lebih baik terlantar dari pada digunakan untuk kepentingan lembaga & masyarakat. Pemerintah Kota justru lebih mengakomodir lembaga-lembaga yg sama sekali tidak memberikan kontribusi/ layanan secara langsung kepada masyarakat”, ungkapnya.

Atas ketidakberpihakan Pemkot Tasik itu, Ia dan Relawan Perlindungan Anak Se-Kota Tasikmalaya akan datang untuk mempertanyakan dan meminta penjelasan dan komitmen kepada Walikota Tasikmalaya termasuk Kepala BPPKAD Kota Tasikmalaya. (red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *