LAKPESDAM NU Bentuk Komunitas RBM di Kecamatan Bungursari

Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kota Tasikmalaya bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bungursari membentuk komunitas RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat), Senin (18/11/2019).

Ketua Bidang Pemberdayaan LAKPESDAM, Rina Marlina mengatakan kegiatan ini merupakan upaya pengembangan komunitas berbasis masyarakat yang aan diproyeksikan menjadi kelompok peduli Anak Disabilitas.

“Saat ini LAKPESDAM NU telah membentuk Komunitas RBM di 7 Kecamatan dan 6 Kelurahan di Kota Tasikmalaya, mereka yang di rekrut mendapat serangkaian pelatihan untuk mengarusutamakan pemenuhan hak anak, terutama anak dengan disabilitas”. Ujarnya.

Rina melanjutkan, Rehabilitasi adalah upaya untuk memulihkan keberfungsian orang yang mengalami gangguan atau hambatan, baik secara fisik, mental, psikologis, sosial, dan ekonomi sehingga dapat berfungsi kembali secara wajar.

“Sedangkan Rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM) adalah upaya untuk memulihkan keberfungsian orang yang mengalami gangguan atau hambatan, baik secara fisik, mental, psikologis, maupun sosial, dengan bertumpu pada peran keluarga dan kelompok masyarakat, serta mendayagunakan berbagai prakarsa, potensi, dan sumberdaya masyarakat.” Ujar Rina.

Sementara itu, Ketua LAKPESDAM NU, Andi Ibnu Hadi mengatakan setidaknya ada 3 pendekatan yang bisa dilakukan RBM.

“Pertama untuk memungkinkan terciptanya kemandirian (self-reliance) pada penyandang masalah sosial, keluarga dan masyarakat dimana mereka tinggal”, Ujarnya.

RBM, lanjut Andi, mengupayakan penyandang masalah sosial memiliki akses terhadap pelayanan khusus yang mereka butuhkan, sementara mereka tetap berada didalam masyarakat dan mendukung masyarakat mereka, serta menikmati suatu gaya hidup seperti anggota masyarakat yang lainnya.

“Mereka berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi diri mereka sendiri, keluarga dan masyarakat mereka.”

Rehabilitasi Berbasis Masyarakat dilandasi pada tiga prinsip pokok yaitu, pertama Masyarakat setempat mengetahui dan dapat mengatasi masalah-masalah mereka. Lebih baik dari siapapun. Kedua, Masyarakat yang terpanggil untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pencegahan yang dikembangkan mereka sendiri. dan Ketiga, Kegiatan dan perubahan-perubahan yang terjadi akan lebih cepat , bila masyarakat bekerjsama dalam kelompok-kelompok.

Mengapa Penting membentuk Komunitas RBM ?

Andi menjelaskan, Rehabilitasi berbasis institusi memerlukan biaya yang sangat tinggi/mahal, sementara Pemerintah memiliki sumberdaya yang terbatas.

“RBM dilakukan melalui upaya mobilisasi sumber daya dan potensi masyarakat, dan keadaan penyandang masalah sosial, serta melalui koordinasi sebaik-baiknya dengan berbagai sektor terkait dalam rangka keutuhan pelayanan termasuk pelayanan rujukan antar sektor terkait. Sehingga menawarkan lingkungan yang lebih normal.”

Dengan pendekatan ini, LAKPESDAM sedang berkontribusi dalam menciptakan Sistem Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di Kota Tasikmalaya. (Red)

Share