LAKPESDAM NU dan Patriot Desa Gelar Pelatihan Citizen Jurnalisme

Tasikmalaya – NU Tasik Online – LAKPEDAM NU dan Patriot Desa menggelar sebuah acara bertajuk Pelatihan Jurnalisme Warga untuk penguatan Desa Digital, Sabtu, (03/07/2021).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi video conference zoom meeting dengan melibatkan 15 orang pemuda dari 3 Desa di Kabupaten Tasikmalaya, yakni Desa Cigunung, Desa Parungponteng, dan Desa Ciwarak.

Sekretaris LAKPESDAM NU Tasikmalaya, Ajat Sudrajat mengatakan awalnya kegiatan akan dilaksanakan dengan format tatap muka di kantor LAKPESDAM NU Tasikmalaya.

“Sehubungan hari ini awal diberlakukannya PPKM Darurat, akhirnya kami merubah format pelatihan ini dengan menggunakan aplikasi zoom video conference, hal ini juga menjadi upaya kami menerapkan adaptasi kebiasaan baru, kita belajar bersama tetap produktif walau ditengah keterbatasan” ungkapnya.

Ajat menuturkan, pelatihan jurnalisme warga dilaksanakan atas permohonan kerjasama dari Patriot Desa Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di desa, terutama untuk komunitas yang tergabung dalam Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

“KIM merupakan wadah bagi pemuda di Desa yang mempunyai hobi dalam bidang jurnalistik, diantara tugas kelompok ini adalah membantu mempromosikan berbagai potensi SDA dan SDM, serta produk khas unggulan desa kepada masyarakat luas”, lanjutnya.

Lebih dari itu lanjut Ajat, menurut informasi yang kami dapatkan dari Dinas KOMINFO, KIM mempunyai tugas besar mengarusutamakan literasi digital di kalangan masyarakat desa.

“Program Desa Digital yang dicanangkan pemerintah sudah sangat baik, namun yang tidak boleh kita lupakan adalah memperkuat SDM di Desa agar siap menghadapi arus digitalisasi Desa”, pungkasnya.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi kapol.id Duddy RS dalam paparannya mengatakan ketertarikannya terhadap inisiatif pemuda yang menggagas Kelompok Informasi Masyarakat KIM di Desa-desa.

“Spiritnya sama, KIM ini bisa menjadi semacam Kantor Berita di Desa-Desa, kantor berita ini butuh konten dan di Desa adalah surganya konten, ada banyak hal yang bisa diulas dan dipublikasikan kepada masyarakat luas dari Desa”, paparnya.

Jurnalis arus utama terikat oleh institusi, sementara jurnalis warga lebih merdeka sehingga ini menjadi peluang.

“Saat ini media arus utama sudah menyediakan ruang untuk Jurnalisme partisipatif, nah spiritnya sama dengan program patriot desa, jadi warga bisa terlibat dalam proses kreatif sebagai konten kreator, persoalannya konten kreator ini akan disuguhkan kemana, apakah ke blog personal, web desa atau media media yang menyediakan ruang untuk itu”, lanjutnya.

Duddy melanjutkan paling tidak ada tiga menu yang bisa disuguhkan dari jurnlaisme warga yakni berita (news), opini, dan tips.

“Konten Desa ini bisa memuat berita aktifitas warga, pembangunan desa, potensi desa, wisata, UMKM bahkan tips sederhana membuat masakan-masakan khas desa”, lanjutnya.

Terakhir Duddy mengatakan jurnalisme warga merupakan ruang perjuangan bagi generasi muda.

“Dengan menjadi jurnalis warga artinya kita sudah mengambil posisi yang jelas, kita berperan untuk menyiarkan desa, desa menjadi terkenal, desa menjadi harum, desa menjadi mandiri, itu bentuk cinta ka lemah cai alias wujud kecintaan kita terhadap desa”, pungkasnya. (red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *