Ketua LP Maarif NU Kota Tasikmalaya Dudu Rohman

LP Ma’arif Kota Tasikmalaya Siapkan Buku Aswaja NU Lokal

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Buku merupakan instrument penting dalam pendidikan terutama dalam penanaman ideologi/aqidah aswaja An-Nahdliyah. Saat ini kader NU banyak yang sudah tidak paham sejarah, ideologi, dan jati diri organisasinya. Sehingga akibatnya banyak kader NU berpindah mengikuti organisasi yang tidak jelas keberadaannya. Sehingga diperlukan benteng untuk menjaaga aqidah aswaja an-Nahdliyah melalui buku yang akan diajarkan dalam mata pelajaran muatan lokal.

Dalam ikhtiar menjaga ideologi/aqidah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah An-Nahdliyah itu. LP Ma’arif PCNU Kota Tasikmlaya akan meyiapkan buku ajar Aswaja NU.

Ketua LP Maarif PCNU Kota Tasikmlaya H. Dudu Rohman, mengatakan Buku itu akan disusun oleh tim yang telah ditunjuk dan di SK kan oleh LP Maarif.

“Buku ajar tersebut akan menjadi buku pegangan utama bagi para guru dilingkungan Maarif, baik lembaga milik jam’iyah ataupun milik jamaah.” ujarnya.

Dudu menjelaskan buku tersebut harus memilik distingsi dengan buku-buku aswaja lainnya.

“Karena kalau sama percuma buat buku baru, sudah saja gunakan dari karya yang sudah ada. Perbedaan tersebut terletak pada kearipan lokal tradasi amaliayah warga NU di wilayah priangan,” sambungnya.

Di tempat terpisah salah satu tim penyusun buku ajar Aswaja NU, Caswita menjelaskan untuk tahap awal buku yang disiapkan untuk tingkat sekolah dasar/madrasah tsanawiyah/madrasah diniyah untuk 6 kelas dibagi dua semeseter.

“Saat ini kami baru menyiapkan draff awal KI/KD/Indikator kurikulum. Dalam kurikulum tersebut kami akan menyiapkan sejarah NU lokal,” katanya.

Caswita yang juga menjabat sebagai Ketua PC PERGUNU Kota Tasikmalaya itu menjelaskan, Materi yang akan disajikan dalam Buku aswaja NU akan dibagi kedalam tiga bagian untuk masing-masing kelasnya.

“Yaitu, harakah, fikrah dan amaliyah. harakah (gerakan) warga dan pengurus NU  harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. fikrah (pemikiran) lanjutnya, Nahdlatul Ulama senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasammuh (toleran), tawassuth (moderat), tawazzun (seimbang) dan ‘adalah (adil). NU tidak condong pada pemikiran liberal dan pemikiran radikal, ini yang dimaksud dengan tawazzun mengambil garis tengah.” jelasnya.

Caswita melanjutkan dari segi amaliah (cara beribadah), jamaah Nahdlatul Ulama berpegang teguh pada Al-Qur’an, Al-Hadits/Sunnah Nabi, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas.

“Mudah-mudahan ajaran tersebut dapat dituangkan dalam bentuk kurikulum dan buku untuk pegangan ditingkat dasar. Sehingga kebradaan buku aswaja NU tersebut menjadi ikhtiar demi tegaknya ajaran Islam Ahlusunnah waljama’ah an Nahdliyah.” pungkasnya. (red/sis)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *