Mencegah Kekosongan Pimpinan, PSBH Dorong LPTNU Ambil Alih Jabatan Ketua STAINU Tasikmalaya

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Merespon dinamika pemilihan Ketua STAINU Tasikmalaya yang saat ini sedang berjalan, Ketua Pusat Studi dan Bantuan Hukum STAINU Tasikmalaya, Eki Sirojul Baehaqi, S.H. , M.H. memberikan pandangan hukum.

“Untuk menghindari timbulnya ketidakpastian hukum akibat dari asumsi-asumsi yang tidak berdasar, yang tentunya akan mengganggu implementasi tata kelola STAINU Tasikmalaya kini dan di masa yang akan datang, maka kami memberikan pendapat hukum”, katanya kepada NU Tasik Online.

Eki mengatakan, STAINU Tasikmalaya merupakan entitas Perguruan Tinggi Keagamaan yang memiliki hak otonomi perguruan tinggi

“Hal ini berdasarkan pasal 62 jo 67 UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi jo. Pasal 38 (1) PP 46/2019 tentang Pendidikan Keagamaan. Oleh karenanya tidak ada kekuasaan apapun yang dapat mengintervensi hak tersebut baik organ vertikal maupun horizontal”, lanjutnya.

Penyelenggaraan perguruan tinggi pada Perguruan Tinggi Swasta lanjut eki diatur oleh Badan Penyelenggara. Dalam hal ini Badan Penyelenggara dimaksud adalah PCNU Kota Tasikmalaya yg kewenangannya telah didelegasikan kepada LPTNU Kota Tasikmalaya (AD/ART NU jo. STATUTA STAINU Tasikmalaya tahun 2021).

“Sehingga relasi antara LPTNU dengan PCNU bersifat koordinatif. Dalam konteks pemilihan Ketua STAINU Tasikmalaya, PCNU tidak memiliki wewenang untuk merubah keputusan hasil pemilihan apalagi menganulir atau menangguhkan proses serta tahapan pemilihan”, ujarnya.

“Terkait dengan sistem dan mekanisme pemilihan Ketua STAINU telah diatur serta ditetapkan oleh Keputusan LPTNU Kota Tasikmalaya” lanjutnya lagi.

Eki yang juga menjabat Ketua LBH Ansor Kota Tasikmalaya ini menegaskan sehubungan Ketua STAINU Tasikmalaya periode 2017-2021 akan berakhir pada tanggal 31 Maret 2021, maka sebelum tanggal tersebut PCNU¬† melalui LPTNU Kota Tasikmalaya harus segera menetapkan Ketua STAINU Tasikmalaya terpilih untuk periode 2021-2025. “Namun dalam hal ditemukan keadaan yang tidak memungkinkan (overmacht) maka untuk mencegah terjadinya kekosongan kepemimpinan maka LPTNU Kota Tasikmalaya secara ex officio harus mengambil alih jabatan Ketua STAINU Tasikmalaya untuk sementara”, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *