Muskercab NU Kota Tasik Dorong Kemandirian Organisasi

Nu Tasik Online – Pengurus Cabang Nahdlatul ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Masa Khidmat 2018-2023 di Aula City Hotel, Tasikmalaya pada Kamis, (11/02/2021).

Muskercab kali ini bertujuan untuk memperkuat jamaah dan memperbaiki tata kelola institusi (jam’iyyah) NU di semua struktur kelembagaan sebagaimana yang tertera dalam tema yang diusung yakni Implementasi Visi-Misi Melalui Kemandirian Organisasi Dan Jejaring Kerja Lembaga.

Acara dibuka dengan Tawassul serta Khutbah Iftitah yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Tasikmalaya, KH. Aban Bunyamin.

“Hidup hanya sekali, hiduplah yang berarti, hidupilah NU jangan mencari hidup di NU”, pesan kyai kharismatik yang juga pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Gandok Bungursari itu.

Ketua Pelaksana Muskercab, Drs Darul Qutni, M.Pd dalam sambutannya mengatakan kegiatan Muskercab tahun ini Berbeda dengan mukercab terdahulu, karena harus membatasi peserta serta menerapkan protocol Kesehatan yang ketat.

“Kali ini Peserta Mukercab dibatasi hanya 50 orang saja, terdiri dari pengurus harian, 19 lembaga, dan MWC NU se-Kota Tasikmalaya.

Darul menjelaskan, membuat program tidak bisa simsalabim, harus ada indikator yang mengacu kepada visi misi PCNU Kota Tasikmalaya.

“Sejak tanggal 8 februari sudah disebarkan draft visi misi dan program kerja kepada seluruh Lembaga, sehingga pertemuan hari ini hanya untuk mengekspose program kerja Lembaga dibawah NU Kota Tasikmalaya. Setelah ekspose rencana kerja Lembaga, tanggal 18 februari akan ditetapkan melalui sidang pleno organisasi di kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jl. Dr Soekarjo No 47”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ate Musoddiq mengatakan kegiatan hari ini diharapkan bisa memberi asupan kepada setiap lembaga NU yang ada di Kota Tasikmalaya. Agar setiap program kegiatan yang dilaksanakan bisa di padukan dengan lembaga lain di luar NU.

“Bahwa NU harus mampu menjadi organisasi yang mandiri di setiap bidang yang ada, tanpa mengharapkan dari pemerintah saja, justru kita yang harus membantu pemerintah. Sebenarnya kita (NU) sudah sejak dulu mandiri, terutama dalam bidang pendidikan salah satunya melalui pondok-pondok pesantren, sekolah, madrasah dan lainnya,” ujarnya.

Sebenarnya pemerintah harus melihat bahwa NU punya sumber daya, yang kemudian bisa di kolaborasikan terutama dalam konteks ideologi kebangsaan dalam hal toleransi moderasi beragama untuk menangkal paham radikalisme dan ekstrimisme melalui setiap lembaga dimiliki.

“Saya sangat optimis PCNU Kota Tasikmalaya akan menjadi PCNU termaju di Jawa Barat dalam bidang dakwah, sosial, dan ekonomi. Karena kita mempunyai sumberdaya yang mempuni, banyak pimpinan pondok pesantren, cendikiawan, politisi, akademisi yang menjadi pengurus NU hari ini”, ujarnya.

Haji Ate menyampaikan bahwa saat ini kita dan pemerintah mempunyai 3 musuh Bersama.

“Saat ini NU ditantang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan, tapi hanya ada 3 musuh utama saat ini, yakni kebodohan, kemiskinan, dan wabah covid 19”, pungkasnya. (Bari)

2 Pings & Trackbacks

  1. Pingback: PC NU Kota Tasikmalaya

  2. Pingback: Polres Tasikmalaya Kota Tandatangani MoU dengan PCNU | | PC NU Kota Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *