PC NU Kota Tasikmalaya Peringati Isra Mi’raj Bersama Gus Muwafiq

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya menyelengarakan kegiatan Tabligh Akbar, Shalawat dan Do’a bersama memperingati Isra dan Mi’rajnya Nabi Muhammad SAW. Bertempat di Lapangan Dadaha, peserta hadir dari berbagai pesantren yang ada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya beserta bersama banom-banom Nahdlatul Ulama ikut memeriahkan kegiatan tersebut.

Kegiatan diawali dengan sholawatan bersama Veve Zulfikar dan Ustadz Zulfikar, para peserta yang didominasi santri milenial terlihat antusias bersholawat bersama meski ditengah guyuran hujan.

Acara dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan dan sambutan Ketua PCNU Kota Tasikmalaya, KH Ate Musodiq Bahrum. Dalam sambutannya KH Ate mengatakan Tasikmalaya adalah Kota Santri, dan santri adalah produk islam nusantara.

“Maka sebagai santri dan penerus ulama kita harus bangga meneruskan ajaran yang dibawakan Nabi Muhammad SAW.” Ujarnya.

Hari ini, PCNU Kota Tasikmalaya mengadakan kegiatan tabligh akbar memperingati Isra Mi’raj saya berharap dengan kegiatan ini,Warga Nahdiyin bisa mempelajari, memahami dan mempraktekan Esensi dari Isra Mi’raj tersebut.

KH Ate menambahkan Indonesia sedang ada dalam keadaan yang tidak baik di momentum politik, dimana warganya saling memfitnah satu sama lain,

“Saya berharap warga nahdliyin tidak sampai melakukan hal tersebut, gerak langkah warga nahdiyin haruslah berladaskan Islam Ahlu sunnah waljamaah An-Nahdliyyah”. Pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tasikmalaya mengatakan pentingnya menjaga kesatuan bernegara, apalagi sekarang kita sedang di hadapakan dengan pemilu serentak yang sangat berpotensi memecah belah kesatuan kita dalam menjaga Negara.

“Saya berharap sewajarnya saja kita dalam berpolitik jangan terlalu fanatik, apalagi sampai muncul permusuhan antara sesama warga negara.” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan tabligh akbar yang disampaikan oleh KH Ahmad Muwafiq. Kiyai yang akrab dipanggil Gus Muwafiq itu menyampaikan ceramah terkait pentingnya generasi muda membaca sejarah keislaman dan sejarah kebangsaan.

Baca Juga : Gus Muwafiq, Dai untuk Millenial Zaman Now

“Intinya sebagai generasi muda harus sering membaca sejarah perkembangan islam di dunia sampai masuknya ke Indonesia, soalnya hari ini sejarah sudah mulai dikikis oleh beberapa golongan agar kita sebagai islam dan sebagai Negara Indonesia tidak mengetahui jati diri kita sendiri, maka dari itu kita sebagai warga nahdiyin penting membaca sejarah”. Ujarnya.

Kyai asal Sleman Yogyakarta inipun melanjutkan Esensi dari pada isro Mir’aj adalah kita harus mempercayai apa yang kita tidak lihat dan kita tidak ketahui, karena memang Nabi Muhammad SAW di perjalankannya sendirian dan tidak ada yang menemani hanya malaikat Jibril” Pungkasnya. (Irm/red)

Ceramah lengkap bisa dlihat di https://www.youtube.com/watch?v=uCRFrmBdaLk

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *