Perkuat Moderasi Beragama : KBNU Kota Tasikmalaya Gelar Seminar Pendidikan

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Lembaga Pendidikan Maarif, Lembaga Dakwah (LDNU) dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kota Tasikmalaya mengadakan Seminar Pendidikan, bertempat di Gedung Serba Guna DPRD Kota Tasikmalaya, Sabtu (8/08/2020).

Acara yang mengusung tema Peningkatan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan melalui moderasi beragama itu diikuti oleh 250 peserta yang berasal tenaga pengajar yang bernaung dilingkungan LP Ma’arif dan Pergunu.

Selain itu,  hadir juga dai/daiyah dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Tasikmalaya.

Ketua LP Ma’arif yang sekaligus menjadi Ketua Panitia, H. Dudu Durrohman, S.Ag, MSI menjelaskan bahwasanya tema moderasi beragama merupakan isu yang sangat penting Memahami dan mengamalkan agama ditengah masyarakat majemuk.

“Seminar Pendidikan ini sangat penting untuk memberikan penguatan kepada guru-guru Ma’arif dan Pergunu supaya lebih memberi pencerahan terkait moderasi beragama”. Ujarnya.

Acara dibuka oleh Ketua DPRD yang juga mejabat Ketua LDNU Kota Tasikmalaya , H. Aslim,SH. Dalam sambutanya Aslim menjelaskan akan pentingnya silaturrahmi KBNU Kota Tasikmalaya.

“Konsep moderasi beragama yang sangat sesuai dengan konsep beragama NU yaitu Tawasuth (jalan tengah), I’tidal (tegak lurus), Tasamuh (toleran) dan Tawazun (seimbang)”. Ujarnya.

Seminar tersebut menghadirkan narasumber secara virtual diantaranya adalah Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat, Dr. H. Adib, M.Ag.

Dr. Adib menjelaskan akan pentingnya pemahaman keagamaan yang tidak ekstrim kanan atau kiri.

“Pemahaman keagamaan tidak boleh terlalu tekstual karena akan menghasilkan pemahaman keagamaan yang konservatif”. Ujarnya.

Dr Adib yang juga menjabat dosen Pascasarjana IAIN SNJ Cirebon itu melanjutkan Pemahaman Agama juga tidak boleh terlalu kontekstual karena akan menghasilkan pemahaman agama yang liberal.

“Moderasi agama menjadi solusi jalan tengah dalam memahami dan mengamalkan agama ditengah kemajemukan bangsa”, lanjutnya.

Narasumber kedua yang hadir secara langsung yaitu Prof. Dr. Hj. Ulpiah, M.Si. Ia merupakan  Guru Besar Fakultas Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sekaligus menjabat Ketua LP Maarif PWNU Jawa Barat.

Dalam paparannya Prof. Hj Ulfiah mengatakan tentang pembelajaran dimasa pandemic covid-19.

“Dibutuhkan kreatifitas guru untuk mengatasi berbagai kendala proses pembelajaran jarak jauh melalui daring. Banyak fasilitas gratis yang bisa dimanfaatkan oleh guru untuk pembelajaran daring”, katanya.

Hadir dalam acara tersebut unsur Forkopimda dari Kementerian Agama Kota Tasikmalaya dan utusan Lembaga  serta Banom NU. Acara ditutup pada pukul 13.00 oleh Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum, SE. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *