Pesantren Cipasung Siap Atasi Covid-19

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Kabar mengenai paparan Covid-19 di Pesantren Cipasung menarik perhatian banyak pihak, termasuk Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Tagline Pray for Cipasung sempat memenuhi ruang media sosial, menunjukkan kepedulian tinggi dari masyarakat. Cipasung merupakan pesantren besar di Tasikmalaya dengan santri mukim sebanyak 3.000 orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk menghindari informasi yang simpang-siur mengenai paparan Covid-19 ini, Rabu (01/10) keluarga besar Pesantren Cipasung membentuk Relawan Covid Cipasung (RCC). Susunan RCC diisi oleh generasi ketiga dan keempat keluarga besar Cipasung. Tim ini membagi tugas untuk: pendataan, regulasi, medis, logistik, transportasi, dan kehumasan. RCC dipimpin oleh Hariyadi Ahmad Satari dengan penasehat Hj Neng Madinah.

Kepada NU Online Jabar, Hariyadi menjelaskan bahwa awal paparan ini dari kedatangan sejumlah santri ke Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) dengan gejala anosmia. Lalu dilakukan observasi awal dengan swab terbatas pada enam orang. Empat orang kemudian dinyatakan positif. Paparan diketahui pula dari dua orang santri yang pulang ke rumahnya karena sakit dan saat diswab dinyatakan positif.

“Kami segera memutuskan untuk memulai swab para santri dan keluarga secara bertahap,” ujar Hariyadi. “Pada tahap pertama, dilakukan test swab pada 148 orang santri dan keluarga pengasuh,” lanjutnya.

Dari test kedua ini, menurutnya, 78 orang dinyatakan positif. Tetapi tim laboratorium meminta test ulang untuk 11 sample, dan menemukan 8 orang yang positif.

“Total jumlah santri dan keluarga pengasuh yang dinyatakan positif Covid-19 berjumlah 94 orang,” papar Hariyadi. “Pada umumnya kondisi fisik santri yang terpapar baik-baik saja atau OTG, jadi kami lakukan isolasi mandiri. Untuk keluarga pengasuh, karena faktor usia dan riwayat kesehatan sebelumnya, dirawat di rumah sakit,” paparnya.

Hariyadi mengakui bahwa kejadian ini tak terduga. Selama ini jajaran pengasuh pesantren sudah berusaha keras menerapkan protokol kesehatan, tapi akhirnya jebol juga.

“Dan qodarullah, sejumlah santri dan keluarga terpapar. Tapi insyaallah, kami siap mengatasi musibah ini,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, di antara keluarga besar Cipasung, selain terdiri dari para kiai dan nyai muda, juga terdapat sejumlah dokter dan ahli IT.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak. Saat ini kami sedang berjuang mengatasi Covid-19. Bagi kami, wabah ini bukan aib, dan yakin bisa mengatasinya. Wabah ini bisa mengenai siapapaun, karena tidak bisa diprediksi dan tidak terlihat,” terang Hariyadi.

Ketua RCC ini juga berpesan kepada para pengasuh pesantren, agar mewaspadai santri dengan gejala kehilangan penciuman atau rasa. Berangkat dari pengalaman di Cipasung, segera periksakan dengan melibatkan Gugus Tugas Covid-19 terdekat.

Untuk kontak media dan pihak-pihak terkait, bisa menghubungi Ketua RCC Hariyadi Ahmad Satari di nomor: 0852-2102-2220.

Pewarta: Iip Yahya

Sumber : NU Jabar Online

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *