PK PMII STMIK TASIKMALAYA GELAR SEKOLAH JURNALISTIK

 

Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sekolah Tinggi Management informatika dan Komputer (STMIK) Tasikmalaya menyelenggarakan Sekolah Jurnalistik dengan tema “Jurnalistik Sebagai Alat Kritik Transpormatif” di Gedung Lakpesdam NU Kota Tasikmalaya Jl. Situgede, Sukajaya, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya., Minggu,4/4/2021.
Kegiatan ini diadakan dengan maksud untuk memberikan ilmu dan wawasan tentang dunia jurnalistik serta pembekalan sikap tentang bagaimana seharusnya memilih, mengkaji, dan merespon suatu berita agar tidak termakan berita hoax di zaman yang serba canggih seperti saat ini.
Ketua pelaksana kegiatan, Eris mengatakan,kegiatan ini diharapakan setiap kader pmii mampu menjadi seorang jurnalistik yang baik dan faham gramatika penulisan berita yang benar,serta mampu mengidentifikasi yang baik dan benar.
Sementara itu,Ketua PK PMII STMIK Tasikmalaya, Barirosdi mengatakan hal yang wajib dilakukan oleh kader PMII Hari ni Membaca,Menulis,Berdiskusi dan Aksi. Karena puncak makrifat seorang mahasiswa ialah melakukan aksi Turun ke jalan. Dalam artian turun ke jalan itu tidak hanya orasi dan berteriak lantang saat demonstrasi, melainkan menjadi seorang jurnalis berita.
“Mungkin orasi hanya salah satu untuk menyampaikan pendapat,tapi ada hal yang lebih elegan dalam menyampaikan pendapat hari ini, ialah menyampaikan pendapat lewat karya tulisan ” katanya.
Bari menyarankan kader pmii harus lebih bijak dalam menggunakan tulisan dan bisa membuat karya tulisan-tulisan yang baik serta bisa memilah dan memilih tulisan yang layak di konsumsi . karena selain itu tulisan ini mampu menjadi alat kritik untuk mengangkat isu yang yang dirasa penting.
“ketika organisasi extra mahasiswa yang lain membutuhkan 100 kader untuk mengangkat isu, maka PMII cukup butuh satu kader saja untuk mamainkan isu di daerahnya masing-masing ,” tuturnya.
Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Pipin Hidayat dalam sambutanya mengatakan bahwa ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan terhadap founding father PMII, kerana mahbub ini adalah seseorang yang mampu memotivasi para dunia jurnalis dimanapun. Dengan karya tulisan-tulisannya yang sampai saat ini masih di pakai oleh siapapun tidak hanya sabat- PMII saja, melainkan kalangan wartawan di seluruh indonesia.
Hari ini dengan adanya sekolah jurnalistik yang di selenggarakan PK PMII STMIK kita semua merasakan kebahagiaan yang luar biasa “Bahwa hari ini persoalan jurnalistik masih banyak ketimpangan dan kesalahan dalam beretika di media dalam menyampaikan pendapat, sehingga menimbulkan konflik baik itu tetntang ras,suku, agama dan budaya ,”pungkasnya.
Kegiatan ini dilaksanakan satu hari penuh dengan beberapa sub materi diantaranya:Sejarah Pers Indonesia, Dasar-dasar kepenulisan, Teknik Wawancara/Reportase dan Penggalian Informasi,Teknik Menulis Berita dan Rilis Berita, Framing/Bahasa Kepenulisan,Kode Etik Jurnalistik,Media Digital Sebagai Alat Jurnalistik,Antisipasi Berita Hoax. Yang nantinya akan ada follow up continue pasca kegiatan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *