PMII Demo Tolak UU Cipta Kerja di Kantor DPRD Kota Tasikmalaya

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja oleh DPR RI memunculkan gejolak di masyarakat.

Salah satunya terjadi di Tasikmalaya. Ratusan massa yang tergabung dari berbagai elemen mahasiswa, organisasi kepemudaan, komunitas motor dan kelompok warga menggelar Aksi menolak Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) yang telah disahkan DPR menjadi undang-undang, Rabu, (07/10/20).

Korlap (Koordinator Lapangan) Aksi, Muhaemin mengatakan aksi berjalan sesuai dengan rencana.

“Tujuan aksi kita hari ini sudah tercapai, target kita agar UU Cipta Kerja / omnibuslaw digagalkan dan dicabut oleh DPR RI”, katanya.

Senada dengan Muhaemin, Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Pipin Hidayat mengatakan aksi ini untuk merespon kegelisahan berbagai elemen masyarakat.

“PMII menolak UU Cipta Kerja. Sebab UU Cipta Kerja tidak pro terhadap rakyat kecil”, ungkapnya.

Pipin menjelaskan PMII menuntut Agar Presiden tidak menandatangani RUU Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

“Meski, secara otomatis walaupun tidak ditanda tangani oleh Presiden tetap akan menjadi Undang-Undang. Tetapi, biarkanlah UU Cipta Kerja menjadi UU yang tidak ditanda tangani oleh Presiden”, lanjutnya.

Undang-undang yang disahkan oleh wakil rakyat di DPR RI tidak memihak kepada buruh dan rakyat kecil.

“Seharusnya pada masa Pandemic ini, pemerintah lebih serius untuk menangani wabah, namun nyatanya pemerintah dan wakil rakyat telah menutup mata dan tidak mempunyai nurani kepada buruh dan rkayat jelata”, tegasnya.

Sementara itu, terlihat kader perempuan yang membentangkan spanduk dan tulisan tulisan penolakan.

“Kami menolak pengesahan UU omnibus law. Sebab ada beberapa klausul yang bisa merugikan karyawan dan buruh, seperti aturan karyawan kontrak, outsourcing, cuti haid, pesangon, semuanya akan memberangus kaum buruh dan rakyat kecil”, tegasnya.

Pada kesempatan itu, masa aksi berhasil menemui Ketua DPRD Kota Tasikmalaya. Bahkan memintanya untuk naik ke mobil komando dan menyampaikan pernyataan sikap terhadap UU Cipta Kerja.

“Kami mengapresiasi kehadiran sahabat-sahabat, mahasiswa, ormas, OKP, Buruh, dan segenap warga Tasikmalaya yang menolak UU Cipta Kerja. Pada hari ini kami DPRD Kota Tasikmalaya menyatakan siap berada dalam barisan masyarakat dan menolak UU Cipta Kerja yang telah selesai di paripurnakan”, Tegas Aslim, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya.

Aksi sempat diwarnai kericuhan, bahkan terjadi perobohan gapura kantor DPRD dan pengerusakan kantor pos satpam, namun sekelompok mahasiswa dengan sigap menahan amukan masa aksi dan melantunkan sholawat dan istighfar.

Tidak diketahui jelas kelompok mana yang tanpa terorganisir melakukan pengerusakan. Namun korlap aksi menyatakan yang melakukan pengerusakan bukan bagian dari masa aksi.

Kontributor : Bari Rosdi Amrulloh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *