Polemik di STAINU Menemui Titik Terang, Pertemuan dengan KOPERTAIS Hasilkan 3 Kesepakatan

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Polemik yang menimpa kampus STAINU Tasikmalaya kini mulai menemui titik terang. Kabar baik itu datang pasca adanya pertemuan yang difasilitasi oleh KOPERTAIS II Wilayah Jabar dan Banten, Kamis, (08/10/2020).

Pertemuan yang dilaksanakan di Komplek Pesantren Lisda, Kp. Gandok, Kel. Bungursari, Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya itu dihadiri oleh Sekretaris Kopertais, Rois Syuriah PCNU, Wakil Ketua Tanfidziyah, Ketua LPTNU, Ketua STAINU dan Aliansi Dosen Reformis.

Perwakilan Aliansi Dosen Reformis, Eki S. Baehaqi mengatakan Pertemuan ini dalam rangka memenuhi undangan fasilitasi oleh KOPERTAIS Wilayah II Jabar & Banten.

“Pada pertemuan itu kami semua bersepakat untuk memulai semuanya dari nol”, ungkapnya kepada NU Tasik Online

Eki merinci, ada beberapa rekomendasi yang kemudian menjadi kesepakatan bersama yaitu, Pertama, Membentuk tim POKJA untuk merumuskan STATUTA STAINU dan seperangkat regulasi lainnya berkaitan dengan perbaikan tata kelola STAINU Tasikmalaya kedepan.

Kedua, Melakukan pembahasan dan pengesahan STATUTA selambat-lambatnya 2 (Dua) minggu sejak rapat hari ini.

Ketiga, Restrukturisasi di tingkat LPTNU Kota Tasikmalaya, Struktural dan Senat Akademik.

“Dan semua itu harus dilakukan secara transparan dan partisipatif termasuk melibatkan Aliansi Dosen Reformis”, tegasnya.

Sementara itu, M Hasan Alasyari mengatakan pihaknya akan memantau serta mengawal kesepakatan tersebut agar benar benar direalisasikan.

“Bahkan tadi KOPERTAIS menekankan besok harus sudah ada aktifitas menuju perbaikan. Kami menunggu janji PCNU, LPTNU dan Ketua STAINU Tasikmalaya”, katanya.

Hasan mengatakan bahwa dalam jangka waktu seminggu mulai dari sekarang, pihaknya akan melakukan monev melalui survey untuk memastikan apa yang menjadi masalah sebenarnya pada tingkat stakeholder dengan melibatkan lembaga, dan banom-banom NU lainnya.

“Kami akan akan melakukan penelitian dan survey secara akademik untuk mencari akar masalah dan solusi kongkrit untuk kemajuan STAINU dengan melibatkan seluruh lembaga dan banom NU untuk menjadi pertimbangan PCNU dan PWNU jika langkah-langkah perbaikan dalam waktu seminggu kedepan tidak mengalami kemajuan yang nyata dan kongkrit”, pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *