Profil Singkat KH A.E Bunyamin, Sesepuh NU Tasikmalaya yang Telah Berpulang

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun. Berita duka datang dari keluarga besar NU Kota Tasikmalaya. Mustasyar PCNU Kota Tasikmalaya, KH A.E Bunyamin meninggal dunia di kediamannya Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Senin (21/12) sekitar pukul 17.00 WIB pada usia 81 tahun.

Lantunan Do’a serta ucapan belasungkawa mengalir deras dari berbagai kalangan masyarakat di Tasikmalaya.

Almarhum merupakan kyai kelahiran Karangnunggal, Tasikmalaya pada tahun 1940. Beliau pernah menempuh pendidikan di SD Negeri Bojongasih, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Islam Bahrul Ulum Awipari, menempuh pendidikan menengah di SGA Negeri Tasikmalaya dan kuliah di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung.

Selain menempa ilmu di bangku pendidkan formal, Pak AE juga mendapat pendidikan dari beberapa Pondok Pesantren. Beliau pernah nyantri di Pondok Pesantren Cibeuti Lebak Tasikmalaya sekira tahun 1954-1958. Kemudian melanjutkan pendidikan di Ponpes Bahrul Ulum Awipari tahun 1958-1963, dan terakhir di Ponpes Cikalama Sumedang serta Pesantren sandang, Garut.

Karir organisasi Pak AE juga terbilang cemerlang. Pada masa mudanya, Pak AE pernah menjadi Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama pada tahun 1968-1977. Kemudian sebagai wakil ketua DPD KNPI Kab Tasikmalaya pada tahun 1978. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua MWC NU Indihiang tahun 1971, Wakil Ketua PCNU Kab Tasikmalaya pada tahun 1979-1982, hingga akhirnya terpilih menjadi Ketua NU Cabang Tasikmalaya pada tahun 1995-2000. Sedabgkan ti tingkat Provinsi , beliau pernah dipercaya sebagai Ketua LDNU pada tahun 2000-2005.

Di Dunia politik, Pak AE adalah seorang yang mempunyai banyak sekali pengalaman. Pada tahun 1973 beliau menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC PPP Kab Tasikmalaya. Selama 2 periode beliau menjabat sebagai Anggota DPRD Kab Tasikmalaya dari tahun 1972 sampai tahun 1997. Dan terakhir almarhum pernah menjadi anggota DPRD Provinsi pada tahun 1999-2004.

Selain seorang organisatoris ulung, Pak AE juga terkenal karena sebagai ulama yang produktif. Beliau telah menerbitkan beberapa buku yang sangat penting. Diantaranya adalah Buku berjudul Nahdlatul Ulama di tengah-tengah perjuangan bangsa Indonesia, Awal Berdirinya NU di Tasikmalaya. Selain meulis buku, beliau juga seringkali menuliskan syair-syair atau nadoman berbahasa sunda seperti syair tentang meletusnya gunung Galunggung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *