RBM Karanganyar Berikan Layanan Terapi Gratis Bagi Anak Disabilitas

Tasikmalaya, NUTasik Online – Komunitas RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat) Kelurahan Karanganyar bekerjasama dengan PUSKESMAS dan LAKPESDAM NU memberikan layanan terapi gratis bagi Anak dengan Disabilitas. Acara ini dilaksanakan di Aula Yayasan Manarotul Ummah, Cilamajang, Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya pada hari sabtu pagi, (11/01/2020).

Ketua RBM Desa Karanganyar, Susilawati mengatakan RBM Karanganyar sudah 4 kali melaksanakan layanan terapis yang dilaksanakan di beberapa kelurahan.

“Alhamdulillah hari ini bisa melaksanakan terapi di kelurahan Cilamajang. berkat kerjasama dengan PUSKESMAS dan LAKPESDAM NU”, katanya kepada NUTasik Online.

Susi melanjutkan, kegiatan ini melibatkan 60 orang Anak dengan Disabilitas dari 4 kelurahan, yakni Kelurahan Karanganyar, Cilamajang, Talagasari, dan Cibeuti.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi motivasi untuk rekan-rekan pengurus RBM dan ibu-ibu anggota FKKAD di Kecamatan Kawalu. Bahwa Anak dengan disabilitas saat ini sudah mendapat perhatian, baik dari masyarakat sekitar, maupun dari Pemerintah”, Harapnya.

RBM lanjut Susi, berkomitmen untuk memfasilitasi untuk kebutuhan AdD, kerjasama dengan berbagai pihak tekah kita bangun.

“Sampai saat ini sudah terjalin komunikasi yang baik dengan Dinas Sosial, bahka hari ini kami memberikan bantuan alat bantu dengar dan 2 Kursi Roda untuk anak-anak”, katanya.

Sekretaris LAKPESDAM NU Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat mengatakan Rehabilitasi adalah upaya untuk memulihkan keberfungsian orang yang mengalami gangguan atau hambatan, baik secara fisik, mental, psikologis, sosial, dan ekonomi sehingga dapat berfungsi kembali secara wajar. Sedangkan Rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM) adalah upaya untuk memulihkan keberfungsian orang yang mengalami gangguan atau hambatan, baik secara fisik, mental, psikologis, maupun sosial, dengan bertumpu pada peran keluarga dan kelompok masyarakat, serta mendayagunakan berbagai prakarsa, potensi, dan sumberdaya masyarakat.

Selama 3 tahun lanjut Ajat, LAKPESDAM telah mengorganisir warga dan membentuk komunitas RBM untuk mendampingi AdD di tingkat kelurahan, kecamatan, sampai dengan Kota/Kabupaten.

“Saat ini LAKPESDAM telah membentuk 32 RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat) dan FKKAD (Forum Keluarga Anak dengan Disabilitas) di tingkat kelurahan dan kecamatan. Mereka dibentuk untuk memberikan edukasi kepada warga, termasuk orang tua AdD dalam memberikan Pola Asuh yang tepat bagi Anak dengan Disabilitas”, katanya.

Ajat melanjutkan AdD (Anak dengan Disabilitas) adalah seseorang yang keadaan fisik atau sistem biologisnya berbeda dengan orang lain pada umumnya. Tidak mudah memang mendampingi Anak dengan Disabilitas, perlu komitmen berbagai pihak, termasuk komitmen dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang protektif bagi anak-anak.

“Stigma negatif masyarakat tentang AdD juga masih kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat. Kebanyakan keluarga yang memiliki AdD dan masih menganggap aib serta malu untuk terbuka. Padahal, anak AdD juga memerlukan hak yang sama seperti anak-anak lainnya. Mereka harus terpenuhi hak-hak dasarnya”, ujarnya.

Dengan dibentuknya RBM dan FKKAD lanjut Ajat, serta dukungan dari pemerintah daerah, kami berharap dapat meningkatkan pemenuhan hak-hak dasar AdD, sehingga mereka bisa tumbuh berkembang dengan baik, dan menjadi Anak-anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

Sementara itu Camat Kawalu, Drs. Rusani Jaelani mengatakan kegiatan pemberdayaan harus dimasukan kedalam rencana pembangunan dalam forum musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan).

“Proses penganggaran partisipatif ini menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menyuarakan kebutuhan mereka pada pihak pemerintah, manfaatkan itu agar RBM bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah”, katanya.

Rusani juga berharap besar agar generasi muda untuk membantu memikirkan dan merencanakan program untuk anak-anak disabilitas di kelurahannya masing-masing.

“Kepada teman karang taruna yang hadir. Fokus gali potensi anak anak kita dalam konteks pemberdayaan, jangan hanya memikirkan pembangunan fisik saja, karena tema pembangunan hari ini adalah pebangunan sumber daya manusia, silahkan buat kegiatan untuk pengembangan potensi pemberdayaan masyarakat, bisang sosial, ekonomi, dan pendidikan.” Katanya. (Red)

One Ping

  1. Pingback: Wujudkan Desa Inklusi : Desa Gunungtanjung Bentuk Komunitas RBM | | PC NU Kota Tasikmalaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *