RMI NU Resmikan Kompetisi Santri 4.0

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Dalam rangka penguatan kompetisi daya saing santri, Rabithah Ma’ahid Islamiayah Nahdlatul Ulama [RMI NU] resmi membuka kompetisi Santri 4.0 dengan megusung tema utama Dari Santri 4.0 untuk Pesantren dan Umat Islam.

Melalui kompetisi ini, para santri membuat proposal proyek untuk pengembangan pesantren dan umat Islam melalui pemanfaatan teknologi pada Amazon Web Service serta Menjaring inovasi, kreativitas dan pemecahan masalah berbasis proyek melalui teknologiTema proposal proyek yang dikembangkan berkaitan dengan pesantren pada khususnya dan umat pada umumnya.

Satu Orisinalitas dan Inovasi, Kedua mudah diaplikasikan, Tiga bermanfaat bagi masyarakat.  Adapun tahap dan prosesnya kurang lebih submission, Reviu dan seleksi, pengumuman 10  terbaik, Coachig dan mentoring, pengumuman atau penetepan Juara. Serta Identifikasi Masalah, PengumpulanProposal Reviu & seleksi, proposal Presentasi, Pengumuman Coaching & Mentoring.

Tim line kegiatan diantaranya :

  • 15 juli – 1 Agustus                 [ Pengumpulan Proposal ]
  • 2 – 8 Agustus                                    [ Sleksi Proposal ]
  • 9 Agustus                 [ Pengumuman 10 Terbaik ]
  • 10 Agustus – 4 September [ Coaching & Mentoring ]
  • 12 September                 [ Pengumuman Pemenang ]

Syarat & ketentuan

  • Master Trainer & teaching pada program “Laptop for Builders” kerja sama AWS dan RMI PBNU
  • Seluruh Santri se-Indonesia, Putra putri
  • Setiap peserta harus memiliki akun di AWS
  • Kompetisi dapat diikuti perorangan dan kelompok ( 2-3 orang tiap kelompok)
  • Bisa lebih dari satu proposal
  • Proposal projek dengan ketentuan yang berlaku.

Berangkat dari 28 ribu lebih pesantren, dengan melibatkan 18 juta santri, dan 90 juta masyarakat pesantren. Potensi yang sangat besar ini seringkali tidak menjadi perhatian, sehingga pesantren kerap tertinggal dari proses pembangunan Indonesia. Mengharuskan para santri memiliki keterampilam baru dalam  pemecahan masalah, sosial, kognitif, dan literasi yang semakin penting saat ini dan di masa mendatang.

Kemudian untuk mempersiapkan  Revolusi industri 4.0 telah mengubah struktur sosial dan budaya masyarakat, termasuk masyarakat. Big data, Internet of Things, Artificial intelligent, Inter-connected, cloud computing sebagai penciri utama dari revolusi ini memberikan banyak kemudahan bagi kehidupan manusia, sehingga melakuan percepatan dalam pembangunan.

Kontributor : Bari R Amrulloh

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *