Setelah Banjir Dukungan Perbaikan Manajemen Kampus STAINU, KOPERTAIS Wilayah II Akhirnya Turun Tangan

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Setelah mendapatkan banjir dukungan untuk perbaikan sistem di Kampus STAINU Tasikmalaya, akhirnya Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (KOPERTAIS) wilayah II Jawa Barat dan Banten akan turun tangan.

Perwakilan Aliansi Dosen dan Mahasiswa Reformis, M Hasan Al Asyari mengatakan pihaknya mendapat telepon dari KOPERTAIS wilayah II dan PWNU Jawa Barat untuk menyelesaikan polemik yang menimpa kampus STAINU Tasikmalaya.

“Iya rencananya hari Kamis perwakilan KOPERTAIS II akan ke Tasikmalaya”, katanya kepada NU Tasik Online.

Untuk agenda secara rinci, Hasan mengaku belum mengetahuinya, namun yang jelas kehadiran KOPERTAIS dan respon PWNU menjadi informasi positif.

“Kami meyakini, perwakilan yang hadir nanti baik dari KOPERTAIS maupun dari PWNU Jawa Barat bisa melihat persoalan ini secara objektif. Untuk detailnya agendanya kita belum tau, apakah akan dilakukan investigasi dulu atau langsung mediasi, yang jelas kami akan menggunakan kesempatan¬† itu untuk menyampaikan semua yang terjadi di STAINU, termasuk soal dikeluarkannya SK Skorsing oleh PCNU dan LPTNU Kota Tasik”, katanya.

Hasan menilai, SK Skorsing yang dikeluarkan PCNU dan LPTNU itu cacat administratif.

“Kita ingin clearkan dulu persoalan SK, masa iya Dosen DPK yang status nya PNS dari UIN di skorsing. Terus dasar memberikan skorsing selama 3 tahun darimana, memangnya ada dalam statuta?”, ujarnya.

Senada dengan Hasan, Eki Sirojul Baehaqi Dosen STAINU yang juga menjabat Ketua LBH Ansor itu mengaku mendapat informasi yang sama, bahwa hari kamis pihak KOPERTAIS akan datang ke Tasikmalaya.

“Kami mengapresiasi respon baik dari PWNU yang akan membahas persoalan ini di rapat harian, dan juga dari pihak KOPERTAIS yang akan hadir hari kamis nanti”. katanya.

Eki melanjutkan bahwa munculnya respon dari PWNU dan KOPERTAIS II Jawa Barat sudah sesuai dengan harapan Aliansi Dosen Reformis.

“Kami sengaja menempuh upaya secara vertikal, karena kami di daerah kebingungan, tidak ada stakeholder yang mampu memfasilitasi persoalan ini, mudah-mudahan instansi diatas bisa melihat persoalan ini secara objektif dan proporsional. Bagi kami spiritnya tetap satu, yaitu perbaikan STAINU kedepan, jangan sampai kondisi STAINU tidak ada perbaikan”, pungkasnya. (red)

One Comment

  1. Ruswan Himawan hki Reply

    Baguslah untuk kemajuan STAINU ,yang saya harapkan rukunlah dan damailah,,duduklah bersama.
    Segala masalah bisa di selesaikan dengan sikap yang bijak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *