Skorsing Dosen STAINU Dicabut, Hasan : Kami Minta Perbaikan Sistem

Tasikmalaya, NU Tasik Online – PCNU dan LPTNU Kota Tasikmalaya telah mengeluarkan surat bersama pencabutan skorsing kepada tujuh dosen STAINU.

Dalam surat itu disebutkan, PCNU – LPTNU memandang perlu adanya islah di lingkungan civitas akademika STAINU Tasikmalaya demi menjaga kondusifitas.

Dalam surat itu juga diputuskan bahwa Skorsing untuk tujuh dosen STAINU dicabut, serta mengangkat kembali Dosen bersangkutan dengan catatan ketujuh Dosen harus menandatangani fakta integritas.

Dalam akhir surat tertulis, jika dalam waktu 3 hari dosen bersangkutan tidak menandatangani fakta integritas, maka dianggap mengundurkan diri dari STAINU Tasikmalaya.

Namun, Surat Keputusan bersama yang dikeluarkan PCNU dan LPTNU mendapat respon miring dari Aliansi Dosen.

M. Hasan Alasyari mengaku heran dengan kebijakan yang dikeluarkan.

“Yang kita inginkan adanya perbaikan sistem jadi yang menjamin kita adalah sistem yang baik, administrasi yang benar, dan manajemen yang tertib, bukan dijamin orang per orang”, ungkapnya.

Selain ketiga aspek tadi Hasan juga menegaskan untuk menjadi Perguruan Tinggi yang profesional, harus memiliki model kepemimpinan yang demokratis.

Menyikapi Keputusan Bersama yang ditandatangani pada tanggal 06 Oktober itu, Hasan mengatakan sekilas surat keputusan bersama itu tampak bijaksana dan menyelesaikan masalah, namun kenyataannya tidak sama sekali, justru malah melahirkan masalah baru.

“Dalam suratnya, PCNU-LTPNU mengatakan ingin islah, tapi kami heran islah kok dengan cara-cara mengancam, kita ingin perubahan, dan menurut saya, kami sangat santun dan prosedural selama ini”, katanya.

Bagi kami, lanjut Hasan Keputusan bersama itu penuh nada ancaman yang tak berdasar, aneh, emosional dan syarat kepentingan sesaat.

“Bahkan didalamnya tidak mencantumkan point perubahan secara jelas di STAINU. Padahal tuntutan kita dulu jelas dan kesepakatan dengan PCNU dulu juga sangat jelas, yakni selain perbaikan sistem juga perubahan posisi struktural untuk mempercepat perbaikan STAINU. Kenapa malah dibuyarkan dengan skorsing?” Pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *