Surat Pencabutan Skorsing Dosen STAINU Dinilai Tidak Menyelesaikan Masalah

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Pasca ramainya dukungan perbaikan sistem di STAINU Tasikmalaya, PCNU dan LPTNU Kota Tasikmalaya akhirnya mengeluarkan keputusan bersama pencabutan skorsing bagi tujuh Dosen STAINU Tasikmalaya.

Namun Keputusan Bersama itu malah menuai kecaman dari berbagai pihak, serta dianggap tidak menyelesaikan masalah.

Salah satunya dari Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Tasikmalaya. Pasca keluarnya keputusan bersama itu, ISNU mengeluarkan pernyataan sikap.

Ketua ISNU Kota Tasikmalaya, H. Aos Mahrus mengatakan munculnya surat keputusan bersama yang dikeluarkan oleh LPTNU dan PCNU terkait pencabutan skorsing dosen STAINU tidak memenuhi legalitas formal, pasalnya dalam pencabutan SK itu tidak disertakan penomoran surat sebagaimana kaidah administrasi organisasi dan tidak menyebutkan konsideran pencabutan SK sebelumnya.

H. Aos juga mengatakan SK Pencabutan skorsing ini juga tidak disertai dengan pernyataan pemulihan nama baik dosen yg diberikan skorsing.

“Karena dengan diterbitkannya SK skorsing tersebut telah nyata mencemarkan kredibilitas dosen yg dijatuhi hukuman skorsing, dimana kami ikut bertanggungjawab untuk upaya pemulihan nama baik dosen yang merupakan kader nahdliyyin dan Pengurus ISNU Kota Tasikmalaya”, ungkapnya.

Selain itu, H. Aos juga menyampaikan, SK pencabutan skorsing tersebut juga kami anggap lemah kedudukannya dibanding SK penjatuhan skorsing,

“Karena tidak ditembuskan kepada Institusi/lembaga yang disebut dalam SK Penjatuhan Skorsing, diantaranya Dirjen Pendis Kemenag, Rektor UIN SGD Bandung, Koordinator kopertais”, lanjutnya.

ISNU menilai SK Bersama tentang Pencabutan Skorsing ini tidak lebih hanya sebagai pamflet yang dicap dan ditanda tangani saja.

“Penting akhirnya, untuk semua pihak dapat merenung, khususnya bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kaderisasi agar tata kelola organisasi menjadi lebih baik”, Pungkasnya. (Red)

Share

2 Comments

  1. Aep Saepulloh Syam Reply

    Satuju we ..sok…beresan isin ku Sekolah Tinggi nu sanes Muhammadiyah..nu neme muncul Sekolah Tinggi nu di Kawalu Persis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *