Tuntut Perbaikan Sistem, 7 Dosen STAINU Tasik Malah Di Skorsing

Tasikmalaya, NU Tasik Online РAliansi Dosen Reformis STAINU Tasikmalaya menyesalkan  keputusan yang dikeluarkan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama Kota Tasikmalaya.

Pasalnya permintaan mereka untuk memperbaiki sistem dan tata kelola kampus STAINU malah berakhir dengan Skorsing yang ditujukan kepada tujuh Dosen STAINU Tasikmalaya.

Salah satu Dosen yang tergabung dalam Aliansi Dosen Reformis, M. Hasan Alasyari dalam surat terbukanya mengatakan Pada awalnya mereka hanya meminta perbaikan sistem dan tata kelola Perguruan Tinggi.

“Namun yang terjadi kami malah dituduh mencemarkan nama baik STAINU. Kritik dan saran selama ini kami sampaikan secara baik-baik akan tetapi yang terjadi berujung hukuman skorsing”, ungkapnya.

Lebih dari itu, ketujuh Dosen yang telah mengabdi di STAINU juga diskorsing untuk tidak mengajar selama 3 (tiga) tahun yang berarti 6 (enam) semester.

“Itu bukan waktu yang sebentar. Ini adalah upaya “membunuh” karir kami sebagai dosen secara perlahan. Tanpa dialog, tanpa diberikan ruang klarifikasi kami dipaksa harus menerima keputusan itu. Suka atau tidak suka”, katanya.

Forum demi forum yang difasilitasi PCNU maupun LPTNU selalu dihadiri.

“Justru yang tidak pernah hadir adalah Ketua STAINU Tasikmalaya. Namun kami yang selalu disalahkan, hingga puncaknya saat ini secara tiba-tiba muncul keputusan yang sangat mengecewakan kami”, lanjutnya.

Ironinya lanjut Hasan, keputusan ini tidak dilandasi satu pun pertimbangan normatifitas-akademik, malah yang terlihat murni subjektifitas yang tidak berdasar.

“Ini adalah keputusan yang tidak adil, merugikan dan sangat melukai hati kami, kami yang selama ini telah dengan sukarela mengabdi tanpa banyak tuntutan (materi), karena kami sangat memahami bahwa mengajar di STAINU adalah sebuah pengabdian, terhadap NU maupun masyarakat pada umumnya”, katanya.

Hasan dan perwakilan dosen beserta mahasiswa sampai dengan saat ini komitmen mendorong perbaikan sistem di STAINU Tasikmalaya.

“Yang kami inginkan hanyalah komitmen perbaikan agar perguruan tinggi ini menjadi lembaga yang maju dan berkembang dengan tata kelola yang profesional, transparan dan akuntabel. Itulah yang kami mau”, katanya.

Pasca keputusan ini, rencananya Aliansi Dosen Reformis Akan mengadukan persoalan ini kepada institusi vertikal NU maupun kementerian Pendidikan Tinggi atau Kementerian Agama Republik Indonesia.

Selain itu tidak menutup kemungkinan akan menempuh upaya hukum, Karena ada hak-hak Dosen yang dirugikan akibat persoalan ini. (Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *