Wujudkan Desa Inklusi : Desa Gunungtanjung Bentuk Komunitas RBM

Tasikmalaya, NU Tasik Online – Karang Taruna  dan Pemerintah Desa Gunungtanjung bekerjasama dengan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PC NU Kota Tasikmalaya menggelar sosialisasi pembentukan kelom­pok RBM (Rehabilitasi Berbasis Masyarakat) pada Kamis, (30/1/2020).

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gunungtanjung, Kania Dewi mengatakan langkah ini dilakukan sebagai ikhtiar memberikan pemenuhan hak-hak dasar bagi anak-anak di Desa Gunungtanjung.

“Langkah awal kami akan melakukan pendataan jumlah AdD, kemudian akan merumuskan program kerja RBM selama satu tahun kedepan”. katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada pemerintah desa begitu antusias dan mendukung program ini.

“Kami ucapkan terimakasih kepada kepala desa karena telah mendukung acara ini, mudah-mudahan RBM kedepan bisa berkontribusi positif bagi masyarakat Desa Gunungtanjung”, katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Gunungtanjung, Yoga Fitria Permana mengatakan dirinya mempunyai visi mewujudkan Desa Inklusi.

“Dengan adanya sosialisasi ini kami berharap Desa Gunungtanjung kedepan bisa merangkul seluruh kalangan serta mengedapankan prinsip-prinsip non diskrimintif bagi seluruh warga”, paparnya.

Yoga juga menjelaskan pembentukan RBM ini diharapkan bisa membantu Pemerintah Desa dalam melakukan pendataan kelompok Difabel di Desanya.

Baca Juga : RBM Karanganyar Berikan Layanan Terapi Gratis Bagi Anak Disabilitas

Pengurus LAKPESDAM NU, Rina Marlina menjelaskan tentang pen­tingnya pem­bentukan RBM sebagai strategi perce­patan pemenuhan hak-hak anak dengan Disabilitas (AdD).

“RBM merupakan salah satu stra­tegi guna re­habilitasi, penye­taraan kesempatan, pengu­rangan pemiskinan dan langkah awal mewujudkan Desa Inklusi ,” jelas­nya

Baca Juga : LAKPESDAM NU Bentuk Komunitas RBM Di Kecamatan Bungursari

Selain itu lanjut Rina, RBM juga dapat memberikan edukasi kepada keluarga yang memiliki anggota keluarga difabel agar mampu memberikan ruang berkembang yang baik.

“Kita juga akan mengedukasi keluarga supaya ramah terhadap penyandang difabel serta bagaimana memberikan pengasuhan yang tepat”, pungkasnya. (Irmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *